Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Materi PKS SMPN 2 Padang

Oleh Admin 01-07-2012 20:26:42

Pengertian PKS ( Patroli Keamanan Sekolah )

PKS adalah suatu organisasi yang merupakan wadah bagi partisipasi para pelajar yang berminat akan pengetahuan lalu lintas pada khususnya, dan pengaturan lalu lintas pada umumnya

Sejarah terbentuknya PKS

Patroli Keamanan Sekolah atau dapat disingkat PKS adalah salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang umum ditemui di sekolah-sekolah di Indonesia.

Pada tanggal 5 Mei 1975 dibentuklah suatu wadah yang bernama Polisi Keamanan Sekolah.

Pada saat itu ruang lingkup tugas yang diemban Polisi Keamanan Sekolah masih sempit, yaitu hanya sebatas menjaga keamanan sekolah dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa tersebut.

Untuk memperluas ruang lingkup dari tugas Polisi keamanan sekolah, maka pada tanggal 5 Juni 1975 Polisi Keamanan Sekolah diganti namanya dengan Patroli Keamanan Sekolah dengan persetujuan dari Bapak Letkol. Anton Sudjarwo. Ruang lingkup dari Patroli kemanan Sekolah mengalami penyempitan dan perluasan.

Tugas dipersempit dibidang keamanan, dimana tugas yang diemban Patroli Keamanan Sekolah hanyalah sebagai pengawas atau pemantau dari tindakan-tindakan negative yang terjadi di sekolah untuk selanjutnya dilaporkan kepada pihak guru. Sedangkan perluasannya yaitu pada bidang kelalulintasan, dimana seluruh anggota Patroli Keamanan Sekolah wajib mengetahui peraturan-peraturan kelalulintasan.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, para siswa dilatih menjadi semacam "polisi sekolah". Tidak hanya itu saja banyak sekali pengetahuan yang didapat oleh seorang anggota PKS. Mereka diberi pelajaran mengenai Narkoba dan Kenakalan Remaja, supaya mereka tahu betapa membahayakannya Narkoba itu. Latihan Baris berbaris, kedisiplinan, kekompakan, terutama Gerakan-gerakan pengaturan lalu lintas, yang biasanya di terapkan di lingkungan sekolah masing-masing. Selain itu semua tugas PKS juga menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan sekolah.


MOTTO Patroli keamanan sekolah

MOTTO PKS :
+ Sopan di rumah artinya seorang Anggota PKS harus menghormati Orang Tua, Kakak, dan menyayangi Adik.
+ Sopan di sekolah artinya seorang Anggota PKS harus menghormati Guru, Kakak Kelas, dan menyayangi Adik Kelas.
+ Sopan di jalan artinya seorang Anggota PKS harus mematuhi peraturan lalu-lintas dan menghormati pengguna jalan.

 

JANJI ANGGOTA PKS

JANJI PKS :
Kami anggota Patroli Keamanan Sekolah berjanji:
- Akan menjunjung tinggi dan setia kepada Pancasila dan UUD ’45.
- Akan menjunjung tinggi harkat dan martabat Patroli Keamanan Sekolah.
- Dengan rasa sukarela akan berbakti kepada para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
- Akan bekerja berdisiplin serta tekun sehingga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas akan benar-benar terwujud.

Peraturan Baris - berbaris

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Apa itu Baris Baerbaris ?
1. Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
b. Maksud dan tujuan
1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
1. Aba-aba
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1) Aba-aba petunjuk
2) Aba-aba peringatan
3) Aba-aba pelaksanaan
1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat – GERAK
b) Untuk amanat-istirahat di tempat – GERAK
2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan – GERAK
(bukan lancang kanan)
b) Istirahat di tempat – GERAK (bukan ditempat istirahat)
3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a) GERAK
b) JALAN
c) MULAI
a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK
-hadap kanan -GERAK
-lencang kanan -GERAK
b. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
• Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
• Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
• Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju – JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
• Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
• Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul -MULAI
4. Cara memberi aba-aba
a) Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
• Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
• Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
• Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK

 

PERATURAN LALU LINTAS

Author: ngadimin // Category: Kelalulintasan

 

Comments (0) // Add Comment

22 Jul

ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL)

Author: ngadimin // Category: Kelalulintasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL)

Alat pemberi isyarat lalu lintas berfungsi untuk mengatur kendaraan dan/atau pejalan kaki.
1. Lampu tiga warna :
a) Cahaya berwarna merah, menyatakan kendaraan harus berhenti.
b) Cahaya berwana kuning, menyatakan kendaraan yang belum sampai pada marka melintang dengan garis utuh bersiap untuk berhenti.
c) Cahaya berwarna hijau, menyatakan kendaraan harus maju

2. Lampu dua warna :
a) Cahaya berwarna merah;
b) Cahaya berwarna hijau.

3. Lampu satu warna, untuk memberikan peringatan bahaya kepada pemakai jalan yaitu cahaya berwarna kuning atau merah kelap-kelip, keadaan ini biasa disebut “Flashing”

MARKA JALAN

Author: ngadimin // Category: Kelalulintasan

MARKA JALAN

A. Marka jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas atau memperingat-kan atau menuntun pemakai jalan dalam berlalu lintas di jalan.
B. Marka jalan terdiri dari :
1. Marka Membujur :
a) Garis Utuh.
- Marka membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut.
- Marka membujur apabila berada ditepi jalan hanya berfungsi sebagai peringatan tanda tepi jalur lantas.
b) Garis Putus-putus
Marka membujur berupa garis putus-putus merupakan pembatas lajur yang berfungsi mengarahkan lalu lintas dan/atau memperingatkan akan ada marka membujur yang berupa garis utuh didepan.
c) Garis ganda yg terdiri dari garis utuh & garis putus-putus
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus menyatakan bahwa kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut
d) Garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh.
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh menyatakan bahwa kendaraan dilarang melintasi garis ganda tersebut.
2. Marka Melintang
a) Garis Utuh
Marka melintang berupa garis utuh menyatakan batas berhenti bagi kendaraan yang diwajibkan berhenti oleh alat pemberi isyarat lalu lintas atau tambu stop.

b) Garis Putus-putus
Marka melintang berupa garis putus-putus menyatakan batas yang tidak dapat dilamapui kendaraan sewaktu memberi kesempatan kepada kendaraan yang mendapat hak utama pada persimpangan

3. Marka Serong
a) Marka serong berupa garis utuh.
(1) Daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan
(2) Pemberitahuan awal sdh mendekati pulau lalu lintas.
(3) Dilarang dilintasi kendaraan.

b) Marka serong yang dibatasi dengan rangka garis putus-putus

digunakan untuk menyatakan kendaraan tidak boleh memasuki daerah tersebut sampai mendapat kepastian selamat.

 

4. Marka Lambang.
Marka Lambang dapat berupa panah, segitiga atau tulisan, dipergunakan untuk mengulangi maksud rambu-rambu atau untuk memberitahu pemakai jalan yang tidak dapat dinyatakan dengan rambu-rambu dan dapat ditempatkan secara sendiri atau dengan rambu lalu lintas tertentu.
5. Marka Lainnya.
Marka lainnya adalah marka jalan selain marka membujur, marka melintang, marka serong dan marka lambang :
a. Garis Utuh baik membujur, melintang maupun serong untuk menyatakan batas tempat parkir.
b. Garis-garis Utuh yang membujur tersusun melintang jalan untuk menyatakan tempat penyeberangan.
c. Garis utuh yang saling berhubungan merupakan kombinasi dari garis melintang dan garis serong yang membentuk garis berliku-liku untuk menyatakan larangan parkir.
Marka jalan yang dinyatakan dengan garis-garis pada permukaan jalan dapat digantikan dengan paku jalan atau kerucut lalu lintas.

 

Rambu-Rambu

Author: ngadimin // Category: Kelalulintasan

RAMBU-RAMBU

a. Rambu-rambu terdiri dari 4 golongan :
1) Rambu Peringatan digunakan untuk menyatakan peringatan bahaya atau tempat berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan.

2) Rambu Larangan digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan.
3) Rambu Perintah digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan.

4) Rambu Petunjuk digunakan untuk menyatakan petunjuk mengenai jurusan, jalan, situasi, kota, tempat, pengaturan, fasilitas dan lain-lain bagi pemakai jalan.

b. Rambu-rambu ditempatkan secara tetap.
c. Dalam keadaan dan kegiatan tertentu dapat digunakan rambu-rambu yang bersifat sementara Pada rambu-rambu dapat ditambahkan papan tambahan dibawahnya yang memuat keterangan yang diperlukan untuk menyatakan hanya berlaku untuk waktu-waktu, jarak-jarak dan jenis kendaraan tertentu ataupun perihal lainnya.

d. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan lokasi, bentuk dan ukuran, lambang, tata cara penempatan, pemasangan, pemindahan, warna dan arti dari setiap rambu-rambu dan papan tambahan diatur dengan Keputusan Menteri.

VISI DAN MISI PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SMP NEGERI 2 PADANG
1. Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Sesuai dengan JUKLAK Kapolri tentang pembentukan PKS
3. Menciptakan generasi yang tangguh untuk dapat terjun ke masyarakat
4. Mengefektifkan potensi yang ada di dalam diri anggota untuk lebih berdaya guna
5. Mewujudkan Cinta Almamater
6. Meningkatkan Prestasi Intern dan Ekstern
7. Mempererat tali persaudaraan dengan Azas Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh. 

1.  Apa itu PKS ?

PKS kepanjangan dari Patroli Keamanan Sekolah.

 Sarana alternatif berorganisasi di sekolah.

 Menurut petunjuk pelaksanaan No. Pol. : Juklak/2/VII/84/Lantas tentang ;

      Pembentukan Patroli Keamanan  Sekolah   dari   Kepala  Dinas  Lalu  Lintas  

      POLRI   tertanggal   28 Desember 1984 ;

      PKS adalah suatu organisasi yang merupakan wadah dari partisipasi para

      pelajar yang berminat dalam bidang pengetahuan lalu lintas, khususnya

      dalam mengatur penyeberangan pada jalan umum disekitar sekolahnya

       masing – masing.

      Dan diperkuat oleh adanya Petunjuk Pelaksanaan Kepala Kepolisian Negara

      Republik Indonesia No. Pol. : JUKLAK/05/V/2003 dikeluarkan di Jakarta

      tertanggal  29 Mei 2003 yang disyahkan oleh Badan Pembinaan Keamanan

      Komjen Pol Drs. Adang Daradjatun atasnama Kepala Kepolisian Negara

      Republik Indonesia; kutipan penjelasan tentang Patroli Keamanan Sekolah

      yakni sebagai berikut :

      Pengertian

      Patroli Keamanan Sekolah ( PKS ) adalah suatu wadah dari partisipasi pelajar

      dibidang lalu lintas, khususnya mengatur penyebarangan pada jalan umum

      dilingkungan sekolah masing – masing.

      Peranan PKS

      1. Menanamkan kebiasaan kepada para pelajar agar sejak duduk dibangku

          sekolah dasar telah mengenal dasar – dasar pengaturan / peraturan lalu

          lintas dan cara – cara bertingkah laku yang benar di jalan

     2. Selain itu diharapkan mereka mampu mengatur penyeberangan dijalan

         umum di sekitar sekolah.

 

      Pembinaan kemampuan PKS

      1. Untuk mendapatkan tenaga Pembina PKS diadakan kursus – kursus

          Pengetahuan Lalu Lintas bagi Guru – guru SD/SLTP/SLTA yang ditunjuk

          oleh Kepala Sekolah sebagai Pembina PKS, diutamakan Guru Pendidikan

          Jasmani.Pembina PKS bersama – sama dengan instruktur dan Polantas

          merencanakan pendidikan, latihan anggota PKS dan menentukan tempat

          - tempat penyeberangan disekitar sekolah tersebut.

     2. Pembina PKS memilih murid/siswa SD kelas V dan VI dan murid/siswa

         SLTP/SLTA untuk dididik sebagai anggota PKS dengan syarat – syarat

         sebagai berikut :

          1. Berbadan sehat dan tidak cacat.

          2. Cakap memimpin.

          3. Dapat dipercaya.

          4. Diutamakan murid – murid yang pandai di sekolahnya.

          5. Berdisiplin tinggi

          6. Berinisiatif.

         7. Tegas, ramah dalam tindakannya.

         8. Tidak mudah tersinggung.

         9. Mempunyai rasa tanggungjawab.

       10. Memiliki rasa kebangsaan.

       11. Menjadi anggota PKS secara sukarela.

       12. Persetujuan tertulis dari orangtuanya. 

    Mata pelajaran teori meliputi :

     1. Peraturan – peraturan dasar lalu lintas.

     2. Rambu – rambu lalu lintas.

     3. Pengaturan lalu lintas, khususnya cara – cara menyebrang.

     4. Senam lalu lintas, khususnya gerakan – gerakan dasar pengaturan lalu

          lintas dengan tangan.

     5. Peraturan Baris – Berbaris.

     6. Pengetahuan dasar PPPK.

     7. Disiplin / sopan santun lalu lintas.

     8. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian secara terbatas sesuai

         dengan tingkat kecerdasan.

2. Kenapa Patroli Keamanan Sekolah ada di sekolah ?

     1. Instruksi Menteri P dan K No. 447/Um-1/S tertanggal 16 Feb 1956

     2. Surat J.M. Menteri P dan K kepada Men Pangak No. 446/UM-7/IX

          tertanggal 16 Feb 1965, perihal:pembentukan Patroli Keamanan Sekolah.

    3. Surat Men Pangak No. Pol. 1/303/LL/US tertanggal 30 Maret 1965,

         perihal pembentukan PKS yang terletak pada jalan ramai.

   4. Petunjuk pelaksanaan dari Kapolri No. Pol. : Juklak/2/VII/84,

        tentang pembentukan Patroli Keamanan Sekolah.

   5. Petunjuk pelaksanaan dari Kapolri No. Pol. : Juklak/5/V/2003,

       tentang Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas (DIKMAS LANTAS).

3. Apa hubungan Patroli Keamanan Sekolah dengan lingkungan sekolah ?

    Bentuk partisipasi siswa/pelajar terhadap sekolah untuk turut menciptakan

    citra positif pelajar sebagai warga intelektual di sekolah

4. Apa saja kegiatan Patroli Keamanan Sekolah ?

    * Mempelajari pengetahuan kelalulintasan.

    * Mempelajari wewenang serta tugas pihak pengelola ruang lingkup

       kelalulintasan.

    * Mempelajari mengenai keamanan dan keselamatan.

    * Pola pembinaan menurut jenjang akademis ;

    * Tingkat SD dan yang sederajat ;

       minimal mengenal dengan cara bermain sambil belajar.

    * Tingkat SMP dan yang sederajat ;

        mempelajari dengan cara bermain sambil belajar.

    * Tingkat SLTA (SMA / SMK / sederajat);

       1. Mempelajari dan memahami.

       2. Memperaktekkan (fakta / praktek lapangan).

       3. Mengembangkan (hasil pengamatan).

5. Apakah Patroli Keamanan Sekolah harus identik dengan kepolisian ?

     Harus, tapi tidak menutup kemungkinan untuk tidak

    1. Kenapa harus ?

          Karena hampir sebagian besar materi yang dipelajari oleh PKS

          bersumber dari kepolisian dan ditambah ada juklak.

    2. Kenapa bisa tidak?

        Sebab banyak contoh/bukti dibeberapa sekolah di kota Bandung maupun

        diluar kota Bandung yang tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian,

        baik dengan mengunakan nama yang sama maupun berbeda menurut

        sudut pandang serta presepsi / pendapat sekolahnya.

6. Bagaimana cara / syaratnya untuk menjadi seorang Patroli Keamanan

    Sekolah ?

     1. Versi pelatih dan / atau pembina

          Asal mau, mampu dan bisa, berarti boleh menjadi anggota PKS.

     2. Versi praktis / sederhana

         a. Dapat menyebrang jalan raya sendiri secara aman dan tidak

             membahayakan pengguna jalan lainnya.

        b. Dapat menyebrangkan orang lain di jalan raya secara aman dan tidak

             membahayakan pengguna jalan lainnya.

        c. Mengerti rambu – rambu lalu lintas.

        d. Mampu memimpin diri sendiri dan orang lain.

        e. Mampu dan mengerti masalah peraturan baris berbaris.

7. Versi formal / resmi

     1. Berbadan sehat

     2. Cakap memimpin.

     3. Dapat dipercaya.

     4. Berdisplin tinggi.

     5. Inisiatip.

     6. Ramah dan tegas

     7. Tidak mudah tersinggung.

     8. Rasa tanggung jawab.

     9. Memiliki rasa kebangsaan.

   10. Sukarela menjadi anggota PKS.

   11. Ada persetujuan dari orangtua.

   12. Diutamakan murid yang pandai atau berprestasi

8. Siapa pelatih Patroli Keamanan sekolah?

      Mereka yang pernah mengikuti kegiatan PKS, dan pernah mengikuti

     pelatihan / memiliki pengalaman yang cukup serta berkoordinasi dengan

     pihak terkait.

     1. Harus ada ?

          Penting, untuk dapat memberikan arahan langsung dilapangan kepada

          anggota PKS pemula, atau senior yang masih belum berpengalaman.

     2. Atau tidak penting ?

         Bisa  tidak  penting, bila pelatih tersebut terlalu mendikte pada apa yang

         harus dilaksanakan oleh anggota PKS

9. Siapa pembina Patroli Keamanan Sekolah ?

    Mereka yang bertindak/berlaku memberikan arahan terhadap kegiatan PKS.

      1. Apakah harus dari anggota Polri?

           Bila memungkinkan bisa saja.

      2. Apakah harus dari tenaga pengajar / guru?

           Idealnya pihak sekolah memang harus demikian

       3. Bisa tidak bila bukan dari guru atau anggota Polri?

            Bisa saja tergantung pada kebijaksanaan sekolah tersebut

ini merupakan lambang dari PKS seusai dengan ketentuan. arti dan makna : 1. warna merah putih merupakan simbolis dari bendra Indonesia 2. bentuk segitiga terbalik diambil dari bentuk salahsatu rambu - rambu lalu lintas yang artinya beri kesempatan. 3. gambar pada bagian tengah lambang yang berbentuk mata sapi yang berati pengatur. inti dari arti lambang PKS adalah dengan keberanian (warna merah) disertai ketulusan (warna putih) bertugas melakukan pangaturan lalu lintas

 Arti Lambang PKS



Arti Lambang PKS

-) Perisai atau Tameng

a. PKS sebagai ‘pelindung’ masyarakat

b. PKS dilindungi oleh hokum

-) Roda

a. PKS merupakan satu kesatuan

b. PKS sebagai pengatur lalulintas

-) Sayap 4 helai

Catur prasetya yang merupakan pedoman kerja POLRI

-) Bulu 7 helai

Saptamarga yang merupakan janji ABRI/TNI

-) Padi dan Kapas

Kemakmuran dan kesejahteraan

LDK INSTRUKTUR

Dalam membina dan memberikan pelatihan pada angota didiknya, setiap instruktur harus memiliki jiwa kepemimpinan agar mampu mencapai target materi yang diberikan, hal ini lebih merupakan upaya untuk mengendalikan siswa untuk mampu menyerap sebanyak mungkin materi yang diajarkan.

Leadership lebih banyak terkait dengan perilaku, khususnya perilaku terhadap orang lain. instruktur wajib dibekali dengan kemampuan ini. agar dapat di terapkan dalam pemberian materi. sehingga instruktur dihormati sebagai pimpinan oleh anggota yang dilatih. Berikut adalah tips tentang bagaimana cara untuk membentuk perilaku kepemimpinan :

  • Bersikap dewasa : tidak pernah emosional saat menghadapi orang lain. Tidak berteriak atau berkata kasar, bahkan ketika anda merasa bingung atau marah
  • Memimpin dengan memberi contoh : selalu tampak bekerja lebih keras daripada orang lain.
  • Selalu membantu anggota selama di butuhkan
  • Keadilan : perlakuan yang sama bagi setiap orang
  • Selalu mengambil alih tanggungjawab dan kesalahan siswa
  • Selalu memberikan pengharagaan kepada anggota atas kesuksesan mereka
  • Jangan pernah mempromosikan diri sendiri
  • Bersikap jujur namun sensitif dalam memberikan kabar buruk atau kritikan
  • Selalu melakukan apa yang anda katakan dan selalu menepati janji yang sudah diungkapkan
  • Bekerja keras untuk menjadi pakar dalam bidangnya ; memahami tantangan dan kemampuan teknis siswa
  • Mendorong anggota untuk berkembang,  belajar dan mendapatkan sebanyak mungkin yang mereka inginkan
  • Senyumlah dan dorong orang lain untuk bergembira dan menikmati tanggungjawab mereka.

ini bentuk seragam PKS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUPOKSI PENGURUS PKS

KETUA
- Memimpin segala bentuk pelaksananaan tugas dan kegiatan PKS selama 1 tahun kepengurusan.
- Memimpin rapat dan pertemuan PKS.
- Bertanggungjawab terhadap perkembangan PKS selama 1 tahun kedepan.

WAKIL KETUA
- Mewakili ketua dalam pelaksananaan tanggungjawabnya.
- Memberikan pertimbangan kepada ketua terhadap rencana keputusan yang akan diambil.
- Saat ketua berhalangan, wakil harus bersedia memimpin segala bentuk tugas yang diberikan dengan memperoleh mandat langsung dari ketua.

SEKRETARIS
- Membuat notulen dalam rapat , pertemuan rutin dan kegiatan PKS
- Mendampingai ketua dalam melaksanakan tugas serta melaksanakan tugas kesekretariatan lain.

BENDAHARA
- Membawa dana kas PKS, membuat laporan keungan setiap pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada ketua.
- Bendahara hanya bleh mencairkan dana jika diperintahkan langsung oleh ketua PKS

SEKSI PENGATURAN LALU LINTAS
- Membuat jadwal tugas pengaturan lalu lintas
- Bertanggungjawab terhadap Pengaturan Lalu Lintas dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

SEKSI PENGAMANAN
- Mengatur sistem pengamanan dalam lingkungan sekolah
- Mempersiapkan petugas dan tim pengamanan.
- Bertanggungjawab terhadap pengamanan event / kegiatan yang diselenggarakan.

SEKSI INTELIJEN
- Mencari informasi yang relevan untuk perkembangan PKS yang meliputi info kegiatan, program ekstakulikuler lain, anggaran dana, analisa masalah, dan info yang mendukung pelaksanaan tugas PKS.
- Bertanggungjawab terhadap keamanan data PKS

SEKSI SARANA PRASARANA
- Bertanggungjawab terhadap ketersediaan sarana dan prasarana PKS

SEKSI HUMAS
- Mempersiapkan dokumen pelaksanaan kegiatan.
- Menyelenggarakan lobi antar sekolah, kepolisian, dan pihak yang berkepentingan.

DIKLAT PKS

Diklat anggota PKS dilaksanakan dalam 2 sistem yaitu
1. Pendidikan Pertama PKS ( DIKMA PKS )
Adalah Pendidikan awal anggota PKS untuk memberikan pemahaman fungsi, tanggungjawab dan tugas PKS.
anggota yang telah mengikuti diklat ini mendapat badge Kemahiran

2. Pendidikan Pembentuk PKS ( DIKTUK PKS )
Pendidikan lanjutan anggota PKS untuk membentuk loyalitas anggota serta memberikan pemantapan keikutsertaan dalam PKS.
Anggota yang telah mengikuti diklat ini mendapat badge Pengaturan Lalin

Jika dalam suatu kepengurusan terdapat berbagai  kendala dalam pelaksanaan kegiatan diklat utamanaya dalam segi dana. Diklat PKS dapat dilaksanakan dalam kurun waktu yang singkat. Dimana tidak perlu adanya sistem DIKMA dan DIKTUK. melainkan dilaksanakan penggabungan konsep diklat tersebut yaitu Pendidikan dan pembentuk anggota PKS.  Dan dilaksanakan selama 1 – 2 minggu. Dengan melibatkan instruktur yang kompeten dan memiliki kualitas dalam bidangnya masing – masing.

1. Pendidikan Pertama PKS ( DIKMA PKS )
dilaksanakan selama 2 minggu. Materi yang diberikan meliputi :
- teori dan praktek Pengaturan Lalu Lintas
- Peraturan Baris berbaris
- Tindakan Pertama Tempat Kejadian perkara ( TPTKP )
- Beladiri Polri
- UU Lalin

Materi tambahan
- Pengenalan Organisasi PKS
- sejarah berdirinya
- janji dan lambang
- pembina dan pengurus
- nomor keanggotaan
- Visi dan misi
- Program Kerja PKS
- kegiatan – kegiatan PKS
- Jaringan / koneksi PKS
- Ilmu Umum
survival
navigasi
rapling
teknik kesehatan
kepanduan
pendidikan bela negara

2. Pendidikan Pembentuk PKS ( DIKTUK PKS )
dilaksanakan dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan anggota yang mengikuti DIKMA diwajibkan untuk mengikuti DIKTUK masing – masing peserta yang telah memenuhi kriteria mendapatkan Badge PKS
materi yang disampaikan :
- Uji pemahaman ilmu PKS dan penerapannya
- Pengenalan PKS kepada masyarakat tempat pelaksanaan kegiatan Bakti sosial
- Penerapan kode etik keanggotaan
- Pengamanan dan pengawalan
- Intelijen

MATERI ILMU LALU LINTAS

KONSEP MATERI DASAR

  • Pengetahuan dasar Lalu Lintas
  • Pengetahuan Undang – undang Lalu Lintas
  • Peraturan Baris Berbaris
  • 12 isyarat Pengatur Lalu Lintas
  • Gatur lantas
  • Perlengkapan Lalu Lintas

 

KONSEP MATERI KETERAMPILAN

  • pemahaman karakteristik arus Lalu Lintas
  • pengaturan lalu lintas di simpang tidak bersinyal
  • pengaturan arus Lalu lintas pada Kemacetan.
  • pemberian prioritas kendaraan
  • manejemen dan rekayasa lalu lintas sementara
  • TPTKP. Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara
  • P3K Lalin. Pertolongan pertama pada kecelakaan Lalu Lintas.
  • Penataan dan pengaturan parkir
  • Pengetahuan tentang keselamatan lalu lintas dalam mengemudi dan menggunakan ruang lalu lintas
  • Analisis penyebab kecelakaan
  • Teknik dan manejemen Pengawalan
  • Asuransi dan santunan Kecelakaan dengan prosedur pengurusannya.
  • Surat Ijin Mengemudi.
  • SAMSAT.
  • tilang

TEKNIK PENGATURAN LALIN

MACAM – MACAM PENGATURAN

Teknik lalu lintas disesuaikan dengan perundang – undangan lalu – lintas serta peraturan pelaksanaannya, perkembangan tekhnologi lalu – lintas serta kemampuan tehnis yang dimiliki petugas yang diperinci dalam berbagai cara mengatur lalu – lintas sebagai berikut :

A) isyarat Lalu – lintas dengan menggunakan gerakan tangan ada 12 gerakan :

*)  5  Gerakan Stop

  • Stop semua jurusan                 :

Memberhentikan kendaraan yang datang dari semua jurusan, depan, belakang, kanan dan kiri

  • Stop satu jurusan tertentu         :

Memberhentikan kendaraan yang ditujukan terhadap kendaraan tertentu.

  • Stop depan                             :

Memberhentikan lalu lintas yang datang dari depan.

  • Stop belakang                :

Memberhentikan lalu lintas yang datang dari belakang.

  • Stop depan dan belakang          :

Memberhentikan lalu – lintas yang datang dari depan dan belakang petugas.

*)    3 Gerakan jalan

  • Jalan kanan         :

Menjalankan kendaraan yang datang dari arah kanan petugas

  • Jalan kiri             :

Menjalankan kendaraan yang datang dari arah kiri petugas

  • Jalan kanan dan kiri :

Menjalankan kendaraan yang datang dari arah kanan dan kiri petugas.

*)    2 Gerakan percepat

  • Percepat kanan    :

Mempercepat kendaraan yang datang dari arah kanan petugas

  • Percepat kiri        :

Mempercepat kendaraan yang datang dari arah kiri petugas

*)    2 Gerakan perlambat

  • Perlambat depan :

Memperlambat kendaraan yang datang dari arah depan petugas

  • Perlambat belakang :

Memperlambat kendaraan yang datang dari arah belakang petugas

B) Mengatur lalu – lintas dengan isyarat peluit :

Berdasarkan order Kepala Kepolisian Negara/Menteri Ex Officio tertanggal 18 Januari 1980 No. 1/1/5/B/60 ( order no.1/XII/1960)

Isyarat – isyarat yang dapat diberikan dengan peluit ialah :

  • Tiupan panjang   1  x    berarti berhenti
  • Tiupan pendek    2  x    berarti jalan
  • Tiupan pendek berulang – ulang ( lebih dari 2  x) untuk meminta perhatian pemakai jalan yang tidak mematuhi isyarat yang telah diberikan petugas.

C) Mengatur Lalu – lintas dengan isyarat Cahaya

Diberikan dengan menggunakan isyarat lampu senter warna merah yaitu  :

  • Sinar panjang berarti berhenti.
  • Sinar pendek 2   x  berarti berjalan
  • Sinar pendek berulang – ulang lebih dari 2x berarti untuk meminta perhatian pemakai   jalan yang tidak mematuhi isyarat yang telah diberikan petugas.

D) Mengatur lalu lintas dengan APIL ( Alat Pemberi Isyarat Lalu – lintas )

Diatur dalam surat keputusan MENHUB Nomor 62 Tahun 93 yaitu  :

  • Dengan APIL 3 Warna ( Merah, Kuning, Hijau ) digunakan untuk mengatur kendaraan bermotor       ( traffic light )
  • Dengan APIL 2 warna ( merah, hijau ) digunakan untuk mengatur kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Penggunaan APIL 2 Warna pada tempat – tempat penyeberangan dan harus dilengkapi oleh isyarat suara serta memiliki symbol (bentuk orang berdiri / berjalan)
  • Dengan APIL  2 warna ( merah , kuning ) digunakan untuk memberi peringatan bahaya, yang mengisyaratkan pengemudi harus berhati – hati apabila menyala lampu kuning dan berhenti apabila menyala warna merah. APIL tersebut dipasang pada persilangan jalan kereta Api.

E) mengatur lalu lintas dalam keadaan tertentu / darurat.

Adalah langkah yang digunakan petugas untuk mengatur lalu lintas misalnya :

  • Pada saat adanya aktifitas perayaan hari – hari nasional ( HUT RI, HUT suatu kota, hari nasional lain).
  • Pada saat adanya kegiatan – kegiatan olah raga, konferensi baik yang berskala nasional maupun internasional
  • Pada saat terjadi keadaan darurat. ( rusuh, massa, demonstrasi, bencana alam,  kebakaran dll. )
PELAKSANAAN PENGATURAN

A)   Cara mengambil posisi pada saat pengaturan

  • Sikap dasar mulai mengatur lalu – lintas dalam keadaan sikap sempurna
  • Mengambil posisi sedemikian rupa sehingga mudah melakukan gerakan mengatur lalu – lintas ( gerakan tangan )
  • Berusaha mengatur posisi ditempat ketinggian supaya mudah melihat dan dilihat oleh pemakai jalan.
  • Memperhatikan faktor keamanan.
  • Pada waktu tidak mengatur lalu – lintas melakukan sikap istirahat dengan selalu waspada.

B)   Hal yang perlu diperhatikan :

  • Kelengkapan petugas dalam melaksanakan pengaturan lalu – lintas harus disertai dengan manshet dan peluit. khusus pada malam hari ditambah dengan perlengkapan rompi yang dapat memantulkan cahaya dan senter dengan sinar warna merah.
  • Menempatkan posisi kendaraan yang dipergunakan sebagai sarana mobilitas pada tempat yang aman sehingga tidak mengganggu pemakai jalan yang lain.
  • Apabila pelaksanaan pengaturan dilaksanakan oleh beberapa orang ( lebih dari 2 orang) diupayakan tidak mengelompok.
  • Diwajibkan petugas sudah memiliki badge PKS, sehingga memiliki kewenangan untuk mengatur lalu – lintas.

C)   Pedoman Utama Petugas Pengatur Lalu Lintas.

  1. Tanggap dan cermat dalam bertugas.
  2. Berjiwa besar dan siap menerima kritikan.
  3. Mengutamakan keselamatan orang lain.
  4. Memiliki mental yang kuat.
  5. Mengembangkan sikap disiplin tinggi, tegas dan bertanggung jawab.

INSTRUMEN PENDUKUNG KESELAMATAN JALAN

perlengkapan jalan

  • Rambu-rambu Lalu Lintas
  • Marka Jalan/Paku Jalan
  • Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas   (APILL)èTRAFFIC LIGHT
  • Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai  Jalan:
  • Alat Pengawasan dan Pengamanan Jalan,
  • Fasilitas pendukung: fasilitas pejalan kaki, parkir pinggir jalan, halte, tempat istirahat dan penerangan jalan

Alat Pengendali Pemakai Jalan:

  • Alat Pembatas Kecepatan Kendaraan
  • Alat Pembatas Tinggi dan Lebar Kendaraan

Alat Pengaman Pemakai Jalan:

  • Pagar Pengaman Jalan, Cermin Tikungan, Delineator, Pulau-pulau lalu lintas & Pita penggaduh

RAMBU

A. PENGERTIAN
Adalah salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan.
Agar rambu dapat terlihat baik siang ataupun malam atau pada waktu hujan maka bahan harus terbuat dari material yang reflektif (memantulkan cahaya).

B. TUJUAN
Sebagai alat untuk mengendalikan lalu lintas, khususnya untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran pada sistem jalan, maka pelu dibuat/dipasang marka dan rambu lalu lintas yang dapat menyampaikan informasi ( perintah, larangan, peringatan, dan petunjuk ) kepada pemakai jalan serta dapat mempengaruhi pengguna jalan.

C. JENIS
Tiga jenis informasi yang digunakan yaitu:
Yang bersifat perintah dan larangan yang harus dipatuhi
Peringatan terhadap suatu bahaya
Petunjuk,berupa arah,identifikasi tempat,dan fasilitas-fasilitas

D. PERSYARATAN
Agar suatu rambu/marka menjadi efektif,maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Memenuhi suatu kebutuhan tertentu
Dapat terlihat dengan jelas
Memaksakan perhatian
Menyampaikan suatu maksud dengan jelas dan sederhana
Perintahnya dihormati dan dipatuhi penuh oleh para pemakai jalan
Memberikan waktu yang cukup untuk menanggapinya

E. FUNGSI, BENTUK, SERTA WARNA RAMBU
1. Fungsi
a. Rambu Peringatan :
memberi peringatan kemungkinan ada bahaya atau tempat berbahaya. Di tempatkan sekurang – kurangnya 50 meter sebelum tempat bahaya,
b. Rambu Larangan :
digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. Ditempatkan sedekat mungkin dengan titik larangan dimulai,
c. Rambu Perintah :
digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan yang ditempatkan sedekat mungkin dengan titik kewajiban dimulai,
d. Rambu Penunjuk :
digunakan untuk menyatakan petunjuk mengenai jurusan, jalan,  situasi, kota, tempat, pengaturan serta fasilitas tertentu bagi pemakai jalan, yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga mempunyai daya guna sebesar – besarnya dengan memperhatikan keadaan jalan dan kondisi lalu lintas.

2. Bentuk dan Warna
Bentuk dan warna digunakan untuk membedakan antara kategori – kategori rambu yang berbeda, yang dapat :
Meningkatkan kemudahan  pengamatan bagi pengemudi,
Membuat pengemudi dapat lebih cepat bereaksi,
Menciptakan reaksi – reaksi standar terhadap situasi – situasi standar
Secara  khusus,  bentuk dan warna yang digunakan pada perambuan lalu lintas adalah sebagai berikut :

Warna
Merah  atau putih menunjukkan larangan ( Regulatory Sign ),
Kuning menunjukkan peringatan ( Warning Sign ),
Biru menunjukkan perintah ( Regulatory Sign ),
Hijau atau Biru menunjukkan petunjuk ( Guide Sign ).
Bentuk
Bulat menunjukkan larangan,
Segiempat pada sumbu diagonal menunjukkan peringatan, bahaya dan  petunjuk.

3. RAMBU LALU LINTAS
a) Rambu Peringatan ( Warning Sign ), warna dasar rambu kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hitam.
b) Rambu Larangan ( Regulatory Sign ), warna dasar rambu merah atau putih dengan lambang atau tulisan berwarna putih/merah/hitam.
c) Rambu Perintah ( Regulatory Sign ), warna dasar rambu biru dengan lambang atau tulisan berwarna putih dan merah untuk garis serong.
d) Rambu Petunjuk ( Guide Sign ), warna dasar rambu biru atau hijau dengan lambang atau tulisan berwarna putih atau hitam.

MARKA

MARKA JALAN

adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lamban